Sumedang MA– Rabu 8 April 2026, Proyek perbaikan Jalan Lingkar Bendung Sadawarna yang berada di wilayah Desa Tanjung, Kecamatan Surian, menuai sorotan dari masyarakat. Pasalnya, pada bagian pinggiran jalan terlihat menggunakan material anyaman bambu yang dinilai tidak lazim untuk konstruksi jalan.
Sejumlah warga mempertanyakan apakah penggunaan anyaman bambu tersebut sudah sesuai dengan standar teknis dari pihak pelaksana proyek. Selain itu, kondisi bambu yang digunakan tampak sudah kering dan rapuh, diduga akibat terlalu lama terpapar panas terik matahari sebelum dipasang.
“Kami khawatir ini tidak kuat dan tidak tahan lama. Kalau cepat rusak, tentu akan merugikan masyarakat juga,” ujar salah satu warga setempat.
Tak hanya soal material, masyarakat juga menyoroti minimnya transparansi proyek tersebut. Hingga saat ini, tidak terlihat adanya papan informasi proyek di lokasi pekerjaan. Hal ini menimbulkan tanda tanya besar terkait siapa pihak kontraktor pelaksana serta berapa nilai anggaran yang digunakan.
Warga menilai, keberadaan papan informasi sangat penting sebagai bentuk keterbukaan publik. Tanpa adanya informasi tersebut, proyek ini terkesan seperti kegiatan yang tidak jelas atau “proyek terselubung”.
“Masyarakat berhak tahu ini proyek siapa, anggarannya dari mana, dan siapa yang bertanggung jawab. Jangan sampai terkesan diam-diam,” tambah warga lainnya.
Masyarakat berharap pihak terkait, baik pemerintah daerah maupun instansi teknis, segera memberikan penjelasan resmi mengenai proyek tersebut. Selain itu, warga juga meminta agar pengawasan diperketat guna memastikan kualitas pekerjaan sesuai standar dan tidak merugikan masyarakat di kemudian hari.
( Edy ms).