Sukseskan Program Irpom, Badan Penyuluhan Pertanian Sukaraja Sampaikan Terima Kasih kepada Kementan

Agus Sulanto
0


TASIKMALAYA, MA – Program bantuan Irigasi Perpompaan (Irpom) yang bersumber dari Kementerian Pertanian Tahun 2026 mulai direalisasikan di wilayah Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Tasikmalaya. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan ketersediaan air bagi lahan pertanian serta membantu petani menghadapi ancaman musim kemarau dan fenomena El Nino Godzila.

Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Sukaraja, Ali Kasmir, S.P., menjelaskan bahwa pada tahun 2026 terdapat tiga titik pembangunan Irpom di wilayah kerjanya.

“Untuk wilayah Sukaraja ada tiga titik pekerjaan Irpom. Pertama di Desa Linggaraja pada Kelompok Tani Palawangi, kedua di Desa Leuwibudah pada Kelompok Tani Bina Sejahtera, dan ketiga di Desa Margalaksana pada Kelompok Tani Pasanggrahan Yuyu PS,” ujar Ali Kasmir. Kamis ( 11/06/2026 )

Ia menyampaikan, apresiasi kepada pemerintah pusat atas bantuan yang diberikan kepada para petani di Kecamatan Sukaraja. Menurutnya, program tersebut sangat membantu dalam mengantisipasi dampak musim kemarau panjang.

“Dengan adanya bantuan dari pemerintah pusat, saya selaku Koordinator BPP Sukaraja sangat berterima kasih. Petani kami sangat terbantu dalam menyikapi kondisi kemarau dan ancaman El Nino yang sering berdampak pada ketersediaan air untuk pertanian,” katanya.

Berdasarkan data yang dimiliki BPP Sukaraja, setiap kelompok penerima manfaat memiliki cakupan layanan yang berbeda. Ada yang mampu mengairi sekitar 12 hektare, 15 hektare hingga 20 hektare lahan pertanian.
“Kalau menurut data, ada kelompok yang bisa mengairi sekitar 20 hektare, ada yang 12 hektare dan ada juga yang 15 hektare. Rata-rata cakupan layanan berada di kisaran 18 hingga 20 hektare,” jelasnya.

Ali menambahkan, sistem pengairan yang dibangun tidak hanya bermanfaat bagi satu kelompok tani saja, tetapi juga saling terhubung dengan wilayah kelompok lainnya sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.

“Satu kelompok itu saling berkesinambungan. Jadi pengairannya bisa membantu wilayah kelompok tani yang lain. Kalau dihitung secara keseluruhan, cakupan manfaatnya bisa lebih dari 20 hektare karena jaringan dan wilayahnya saling bertaut,” ungkapnya.

Dalam pelaksanaannya, pihak BPP juga menekankan pentingnya pemanfaatan sumber air yang berkelanjutan. Karena itu, sumber air untuk Irpom diarahkan berasal dari aliran sungai yang debitnya relatif stabil sepanjang tahun.

“Fokus kita harus menggunakan sumber air yang tetap, bukan sumber air serapan. Kita mengandalkan sumber dari Sungai Ciwulan dan sumber air Cimawate karena ketersediaan airnya ada sepanjang tahun,” terangnya.

Di akhir keterangannya, Ali berharap program Irigasi Perpompaan ini dapat menjadi nilai tambah bagi sektor pertanian di Sukaraja sekaligus menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus mengembangkan usaha pertanian.

“Semoga dengan adanya kegiatan Irpom ini menjadi nilai tambah bagi petani kita, khususnya di Sukaraja. Kami juga berharap program ini bisa menjadi contoh dan penyemangat bagi generasi petani selanjutnya untuk terus mengembangkan sektor pertanian,” pungkasnya.

Yusrizal 
Tags

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)