Longsor di Lokasi Pembangunan Mini Soccer, Empat Pekerja Meninggal Dunia

Agus Sulanto
0


Sumedang MA, Musibah longsor terjadi di lokasi pembangunan Mini Soccer di Dusun Cintamanah, Desa Cisempur, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jumat (2/1/2026) sore. 

Peristiwa tragis ini mengakibatkan empat orang pekerja bangunan meninggal dunia, sementara empat lainnya berhasil selamat.

Longsor terjadi sekitar pukul 14.36 WIB, saat para pekerja tengah mengerjakan pondasi ceker ayam mini soccer Di Cisempur Lokasi pembangunan yang ada di lereng dengan kondisi tanah labil diduga menjadi pemicu terjadinya longsoran yang menimbun para pekerja.

Kantor SAR Bandung menerima laporan kejadiakn sekitar pukul 14.45 WIB dan langsung mengerahkan Tim SAR Gabungan ke lokasi. Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Bandung, Moch. Adip, memimpin langsung operasi evakuasi.

“Evakuasi dilakukan secara manual dengan melibatkan seluruh potensi SAR. Kurang lebih hampir 200 personel diterjunkan dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, Satpol PP, dan unsur relawan lainnya,” ujar Adip di lokasi kejadian.

Menurutnya, area longsoran di titik tertimbun memiliki lebar sekitar 3 meter, sementara keseluruhan area longsor diperkirakan mencapai 10 meter. Meski kondisi medan cukup rawan, proses evakuasi berjalan lancar tanpa kendala berarti.

“Alhamdulillah, evakuasi berjalan aman dan lancar. Korban terakhir berhasil ditemukan dan dievakuasi pada pukul 19.06 WIB. Saat ini sudah dipastikan tidak ada korban tertimbun,” tambahnya.

Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir menyampaikan rasa duka cita mendalam atas musibah kecelakaan kerja tersebut.

“Saya menyampaikan turut prihatin atas musibah yang menimpa para pekerja. Dari delapan pekerja, empat meninggal dunia, dua tertimbun namun selamat, dan dua lainnya berhasil lolos,” ujar Bupati.

Ia juga mengapresiasi kerja cepat dan kolaboratif seluruh pihak dalam proses evakuasi.

“Atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang, saya mengucapkan terima kasih kepada Basarnas, TNI, Polri, BPBD Provinsi, Satpol PP, serta seluruh pihak yang telah bekerja keras dan cepat sehingga proses evakuasi dapat diselesaikan dengan baik,” ucapnya.

Bupati menegaskan, peristiwa ini harus menjadi pelajaran penting bagi semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat.

“Walaupun takdir ada di tangan Tuhan, tetap ada sebab yang harus kita waspadai. Keselamatan kerja dan kepatuhan terhadap aturan harus menjadi perhatian utama agar kejadian serupa tidak terulang,” pungkasnya.

Berikut data Korban Selamat dan Meninggal Dunia
Berdasarkan data dari Basarnas, empat pekerja berhasil selamat, yakni:
Korban Selamat:
Dian (41) – Buruh kuli, warga Cisempur (dievakuasi ke RS Universitas Padjadjaran)
Ahmid (71) – Buruh kuli, warga Cisempur (dievakuasi ke RS Universitas Padjadjaran)
Dahlan (42) – Mandor, warga Cisempur (selamat, berada di lokasi kejadian)
Satu pekerja lainnya berhasil lolos dari timbunan saat kejadian

Sementara itu, empat pekerja lainnya dinyatakan meninggal dunia, yaitu:
Ivan – Buruh kuli, warga Rancaekek
Ujang – Buruh kuli, warga Rancaekek
Ade Hilir – Buruh kuli, warga Desa Cileunyi Wetan, Kabupaten Bandung
Heri – Buruh kuli, warga Karasak, Sumedang.

Seluruh korban yang meninggal dunia telah berhasil dievakuasi dan selanjutnya ditangani oleh pihak berwenang.

( Edy ms).
Tags

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)