Sumedang MA, Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang terus mendorong peningkatan kesadaran pajak di kalangan generasi muda melalui program Bincang Pajak Goes to School yang digelar Aula Adinira SMAN 1 Sumedang, Rabu (15/4/2026).
Kegiatan ini menghadirkan Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila bersama jajaran Badan Pendapatan Daerah (Bappenda), serta pihak Samsat untuk memberikan edukasi terkait Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) serta program tabungan Samsat.
Kegiatan berlangsung meriah dengan sesi tanya jawab, kuis interaktif, serta pemberian hadiah bagi siswa yang aktif berpartisipasi.
Edukasi yang dikemas santai ini bertujuan untuk menanamkan pemahaman pajak secara lebih mudah dan menyenangkan bagi kalangan pelajar
Dalam suasana interaktif dan penuh keakraban, Wabup Fajar mengajak para siswa memahami arti penting pajak dalam pembangunan daerah. Ia menjelaskan bahwa pajak merupakan kontribusi wajib masyarakat yang digunakan untuk membiayai berbagai kebutuhan publik.
“Pajak itu digunakan untuk membangun infrastruktur, meningkatkan kualitas pendidikan, hingga pelayanan kesehatan. Jadi sebenarnya, tanpa disadari kalian juga sudah ikut berkontribusi,” ujarnya.
Fajar mencontohkan, aktivitas sehari-hari seperti makan di kafe atau berbelanja sudah termasuk membayar pajak. Oleh karena itu, ia mengingatkan para pelajar agar lebih kritis sebagai konsumen, termasuk memastikan pajak yang dibayarkan benar-benar tercatat.
“Kalian harus jadi mata dan telinga pemerintah. Kalau sudah bayar, pastikan pajaknya masuk, jangan sampai ada yang disalahgunakan,” tegasnya.
Lebih jauh, ia menyampaikan bahwa peningkatan kesadaran pajak akan berdampak langsung terhadap kemampuan fiskal daerah.
Dengan pendapatan daerah yang kuat, pemerintah dapat menghadirkan lebih banyak fasilitas publik, seperti ruang terbuka, sarana olahraga, hingga program beasiswa bagi pelajar.
“Kalau fiskal kita kuat, kita ingin lebih banyak beasiswa untuk kalian. Itu cita-cita kita bersama,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bappenda Kabupaten Sumedang Rohana menjelaskan bahwa program Bincang Pajak Goes to School merupakan bagian dari upaya edukasi pajak sejak dini kepada pelajar.
Menurutnya, meskipun sebagian besar siswa belum menjadi wajib pajak secara langsung, mereka sudah berperan dalam sistem perpajakan melalui berbagai aktivitas sehari-hari.
“Adik-adik ini sebenarnya sudah ikut membayar pajak, baik melalui konsumsi maupun dari lingkungan keluarga. Maka penting untuk memahami fungsi dan manfaat pajak sejak sekarang,” jelasnya.
Ia berharap, melalui kegiatan ini akan lahir generasi muda yang sadar pajak, taat aturan, serta mampu menjadi agen perubahan di lingkungan sekitarnya.
( Edy ms).