, Metro Aktual Kaltim* – Masyarakat Desa Semuntai kini punya bekal lebih kuat untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan karhutla. Melalui Pelatihan Masyarakat Peduli Api MPA dan Lembaga Pengelola Hutan Desa LPHD, kapasitas warga dalam deteksi dini serta penanganan cepat api terus ditingkatkan.
Kegiatan yang berlangsung 15–18 Juni 2026 ini difasilitasi Yayasan Kawal Borneo. UPTD KPH Telake Dinas Kehutanan Prov. Kaltim hadir sebagai narasumber dan pendamping teknis di lapangan.
Tujuan utamanya jelas: memperkuat kemampuan anggota MPA dan LPHD dalam 3 hal kunci. Pertama, mendeteksi potensi kebakaran sejak gejala awal. Kedua, mempercepat koordinasi saat ada titik api. Ketiga, memaksimalkan penggunaan peralatan pemadam agar lebih efektif dan aman.
“Keberhasilan pengendalian karhutla tidak hanya soal alat lengkap. Yang paling penting adalah masyarakat mampu membaca tanda-tanda awal kebakaran dan bergerak cepat sebelum api membesar,” ujar Kepala UPTD KPH Telake, Sahahar Al Haqq.
### *Materi yang Dipelajari Peserta*
Selama 4 hari pelatihan, peserta dibekali materi aplikatif:
1. *Faktor penyebab karhutla* dan kondisi lahan rawan di wilayah Semuntai
2. *Sistem deteksi dini berbasis masyarakat* - patroli, pemantauan, dan pelaporan cepat
3. *Teknik pemadaman* dan penggunaan alat pemadam sesuai prosedur aman
4. *Strategi respon cepat* saat kebakaran terjadi
5. *Simulasi lapangan* untuk mempraktikkan langsung fungsi, keunggulan, hingga keterbatasan tiap alat
“Peserta tidak hanya belajar teori. Mereka langsung turun simulasi, mencoba semua peralatan, dan menyusun pola kerja yang paling cocok untuk kondisi Desa Semuntai,” jelas Saparuddin, Project Manager Himba Bestari Yayasan Kawal Borneo.
### *Target: Sistem Pencegahan Berkelanjutan*
Pelatihan ini bagian dari upaya membangun sistem pencegahan karhutla yang berkelanjutan dan digerakkan masyarakat. Dengan LPHD dan MPA yang kuat, diharapkan terbentuk jaringan pengawasan desa yang bisa menekan risiko kebakaran sejak tahap paling awal.
Hasil dari pelatihan - mulai dari mekanisme patroli, alur komunikasi antar anggota, sampai prosedur penggunaan alat - akan dijadikan referensi. Bukan hanya untuk Desa Semuntai, tapi juga untuk strategi pengendalian karhutla di kawasan hutan yang lebih luas.
Mengingat ancaman karhutla makin tinggi akibat perubahan iklim dan dinamika penggunaan lahan, sinergi warga, pemerintah, dan organisasi pendamping jadi kunci utama menjaga hutan dan melindungi masyarakat dari dampak bencana asap.
*ID: 11106/Red: MA/24