Progres Capai 60 Persen, Irigasi Perpompaan Jadi Penyelamat Kelompok Petani Palawangi Hadapi Kemarau

Agus Sulanto
0



TASIKMALAYA, MA – Upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional terus diwujudkan melalui berbagai program strategis di sektor pertanian. Salah satunya melalui bantuan Pembangunan Irigasi Perpompaaan (Irpom) dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia yang saat ini tengah dilaksanakan di Desa Linggaraja, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Tasikmalaya.

Program yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026 dengan nilai anggaran sebesar Rp155,7 juta tersebut dilaksanakan secara swakelola oleh Kelompok Tani Palawangi dengan pendampingan teknis dari pihak terkait.

Ketua Kelompok Tani Palawangi, Sahida (75), menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan pemerintah. Menurutnya, pembangunan irigasi perpompaan menjadi solusi penting untuk membantu petani memenuhi kebutuhan air, terutama saat musim kemarau.

"Kami sangat bersyukur atas perhatian pemerintah kepada para petani di Desa Linggaraja. Dengan adanya irigasi perpompaan ini, kebutuhan air untuk lahan pertanian diharapkan dapat lebih terjamin sehingga produktivitas pertanian bisa meningkat," ujar Sahida, Kamis (18/6/2026).

Ia menjelaskan, selama ini petani kerap menghadapi kendala dalam pemenuhan kebutuhan air untuk mengairi lahan pertanian. Kehadiran sarana irigasi perpompaan diharapkan mampu menjadi solusi yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Program yang dimulai pada 20 April 2026 dan dijadwalkan selesai pada 16 September 2026 tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam mendukung kesejahteraan petani sekaligus menjaga stabilitas produksi pangan.

Selain memberikan manfaat bagi peningkatan hasil pertanian, pelaksanaan kegiatan secara swakelola juga membuka ruang partisipasi yang lebih besar bagi masyarakat dan kelompok tani setempat dalam proses pembangunan.

Sementara itu, Andi Sandi, selaku Konsultan Irpom, menjelaskan bahwa program tersebut dirancang untuk membantu daerah yang mengalami keterbatasan pasokan air sehingga indeks pertanaman (IP) dapat meningkat.

"Irigasi perpompaan ini dimanfaatkan untuk mengatasi kekurangan air yang selama ini menjadi kendala petani. Program ini diajukan melalui kelompok tani kepada BPP karena setiap musim sering mengalami kekurangan air," kata Andi.

Menurutnya, keberadaan irigasi perpompaan menjadi sangat penting mengingat wilayah tersebut tengah memasuki musim kemarau. Selama ini, petani kerap menghadapi kondisi di mana tanaman padi belum sepenuhnya matang, namun pasokan air sudah mulai berkurang.

"Alhamdulillah saat ini sebagian lahan sudah panen. Dengan adanya program ini, saat musim kemarau kekurangan air memang tidak bisa dihindari sepenuhnya, tetapi setidaknya dapat meminimalisasi kerugian yang dialami petani," ujarnya.

Terkait pelaksanaan pembangunan, Andi menyebut progres fisik saat ini telah mencapai sekitar 55 hingga 60 persen. Sejumlah komponen utama, termasuk mesin pompa yang telah sesuai spesifikasi, sudah tersedia dan tinggal menunggu proses pemasangan jaringan pipa yang akan menghubungkan rumah pompa dengan reservoir.

"Untuk progres pekerjaan saat ini sudah cukup baik. Mesin sudah dibelikan sesuai standar, tinggal pemasangan pipa dari rumah pompa menuju reservoir. Kami terus melakukan pengawasan dan pendampingan agar tidak ada kekurangan dalam pelaksanaan pekerjaan," jelasnya.

Ia menambahkan, pihak konsultan bersama penyuluh pertanian lapangan (PPL) terus melakukan monitoring dan mendorong percepatan pekerjaan agar seluruh target dapat diselesaikan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

"Dari progres yang ada saat ini kami optimistis pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu. Kami juga terus berkoordinasi dengan PPL dan kelompok tani agar pelaksanaan berjalan sesuai rencana dan hasilnya dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat," pungkas Andi.

Dengan dukungan infrastruktur irigasi yang memadai, para petani di Desa Linggaraja optimistis produktivitas pertanian akan semakin meningkat sehingga mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat serta mendukung program ketahanan pangan nasional.

Eddy Ms 
Tags

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)