Lebak –Metro
Aktual.News.Com - Aksi unjuk rasa masyarakat dari dua Kecamatan Cikulur dan Kecamatan Cileles Menolak adanya rencana pembangunan Tempat Pembuangan Sampah Terpafa (TPSP ) ratusan warga masyarakat dari dua Kecamatan, Cikulur ,dan Kecamatan Cileles. Warga yang datang dari Empat (4) Desa di antaranya, Desa Daroyon, Desa Gumuruh, Desa Muara Dua dan Desa Pasir Gintung .
Mereka menolak adanya rencana dibangun Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) yang akan dibangun di lahan perkebunan (PERHUTANI),warga menolak keras dengan alasan karena dianggap akan berdampak pencemaran terhadap lingkungan dan limbahnya akn menyerap kedalam tanah sehingga menyebabkan polusi terhdap air sumur yang selama ini kebanyakan masyarakat setempat sehari harinya meng konsumsi air untuk kebutuhan minum, cuci dan lainnya.
Tempat Pembuangan Sampah Terpad di titik tersebut rencananya akan digunakan untuk pengolahan sampah se Provinsi Banten dengan luas lahan ratusan hektare, maka sebagai bentuk antisipasi polusi buruk yang akan berdampak terhadap masyarakat luas, sehingga sejak dini warga berinisiatif untuk menyuarakan penolakan karena lokasi tersebut sangat berdekatan dengan pemukiman warga.
Aksi masyarakat yang digelar di Desa Gumuruh Kecamatan Cileles ini, di dampingi sejumlah tokoh masyarakat, dan Ormas Badak Banten, Aktivis dan LSM GMBI, serta dihadiri anggota DPRD Lebak dari Fraksi Partai Nasdem komisi I( Desi Herdiana Safitri) dirinya mendengarkan menanggapi apa yang diinginkan Warga masyarakat dan berdialog langsung dengan para Tokoh dari dua wilayah Kecamatan dan juga empat Desa.
Menurut keterangan Desi kepada awak media Hari Minggu tanggal 01/12/2024 dirinya akan mendampingi, mengawal terus asfirasi masyarakat dan memfasilitasi nya serta akan membawa masyarakat untuk Rapat Dengar Pendapat (R.D.P) yang akan digelar langsung di gedung DPRD Kabupaten Lebak guna mencari solusi yang tepat dan terbaik, tegasnya .
“Tentu selaku wakil rakyat, saya akan mendampingi masyarakat dan memfasilitasi agar tuntutan masyarakat bisa mendapat tanggapan dari pihak instansi terkait,untuk mempertimbangkan dampak buruk dan akibat kedepannya,”ujar Desi
“Maka dalam jangka waktu dekat ini, saya akan berkomunikasi langsung dengan jajaran komisi satu untuk membahas terkait apa yang menjadi tuntutan mereka, dan sekaligus mengagendakan RDP,”jelasnya.
Lanjut Desi sebagai wakil rakyat, kami harus tanggap terkait aspirasi mereka, saya akan memanggil Instansi terkait baik Kabupaten maupun Provinsi, untuk hadir pada agenda RDP nanti.”tutup Desi.
sementara ditempat yang sama ' perwakilan dari masyarakat Ronald, yang menolak keras adanya pembuangan sampah yang akan dibangun di wilayahnya, dirinya memastikan adanya pembuangan sampah tersebut jelas akan berdampak sangat buruk terhadap masyarakat sekitar.
"Lanjut Ronald', ini bukan aksi, namun lebih kepada menyuarakan hak masyarakat terkait penolakan pembangunan pengolahan sampah yang ada di wilayah kami, dan kami tidak bermaksud menyudutkan instansi manapun: Terhadap pengelola dalam hal ini,”ungkap Ronald
“Kenapa kami menolak, karena memang pengolahan sampah yang akan dibangun di lahan perhutani ini, berdekatan dengan sungai cipeutey yang digunakan masyarakat banyak, dan terlebih lokasinya berdampingan dengan pemukiman warga, maka jelas akan berdampak buruk terhadap masyarakat di wilayah Kecamatan Cileles pak,”tandasnya.
Ronal juga menyayangkan ke pihak aparatur Desa yang tidak memberikan sosialisasi terkait dampak positif dan negatifnya kepada masyarakat sebelumnya.
“Yang lebih membuat kami kecewa, tidak adanya sosialisasi terhadap masyarakat terkait dampak positif dan negatifnya, jadi gimana ya,”keluh Ronal.
Ditambahkan juga oleh salah satu aktivis dari LSM GMBI ( King Naga) Ya betul apa yang disampaikan seluruh tokoh dan juga dari anggota DPRD,saya pun sama berharap pemerintah terutama Dinas terkait, agar dapat mempertimbangkan dampak lingkungan yang jelas akan merugi kan masyarakat,”tutur king naga .
Saya tegaskan sekali lagi terhdap dinas terkait yang berada dilingkungan kabupaten Lebak maupun provinsi Banten,agar segera mendengar dan menindak lanjuti hal ini,karena ini jelas hak masyarakat sehingga asfirasinya harus didengar dan dipenuhi,tutupnya.(Gun)