Momentum Hari Guru Ternoda oleh Dugaan Ulah Oknum Guru, Marwah Profesi Dipertanyakan.

Agus Sulanto
0


Sumedang MA,   27 Nopember 2025, — Momen peringatan Hari Guru yang seharusnya menjadi ajang penghormatan terhadap jasa para pendidik mendadak tercoreng oleh munculnya dugaan perselingkuhan yang melibatkan seorang oknum guru berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN).

Informasi yang beredar menyebutkan bahwa oknum tersebut diduga menjalin hubungan terlarang dengan seorang pria yang telah beristri. Dugaan ini memicu kemarahan publik karena dianggap mencederai martabat profesi guru yang semestinya menjadi teladan moral bagi masyarakat.
Sejumlah pihak menilai bahwa sang oknum guru seharusnya memiliki kesadaran dan integritas untuk menjaga batasan etika, terlebih status pria yang terlibat sudah jelas memiliki keluarga. Tindakan tersebut dinilai tidak hanya melukai perasaan keluarga pihak terkait, namun juga mencoreng citra guru di mata masyarakat luas.

Desakan Sanksi Lebih Tegas
Meski isu ini telah memunculkan reaksi dari berbagai pihak, sebagian masyarakat menilai bahwa sanksi administratif yang beredar—yang disebut hanya berupa teguran—tidak cukup untuk memberikan efek jera.
Beberapa tokoh masyarakat bahkan mendesak agar instansi terkait

 mempertimbangkan sanksi lebih tegas, termasuk pemecatan, apabila terbukti melakukan pelanggaran kode etik dan disiplin ASN.
“Guru adalah figur panutan. Bila sampai mencoreng nama baik profesi dan merusak rumah tangga orang lain, tentu harus ada sanksi yang setimpal,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Walau menurut informasi sudah diselesaikan secara kekeluargaan, namun secara aturan belum dilaksanakan, diharap dinas terkait segera memanggil kedua belah pihak untuk diberikan sangsi yang tegas.

Pemulihan Marwah Profesi
Kasus ini menimbulkan diskusi luas mengenai pentingnya menjaga integritas di lingkungan pendidik. Banyak yang berharap agar peringatan Hari Guru tidak lagi diwarnai oleh kabar negatif, melainkan menjadi momentum penguatan moral, etika, dan profesionalisme pendidik di Indonesia.

Pihak berwenang diharapkan melakukan penelusuran menyeluruh sesuai prosedur, agar keputusan yang diambil adil dan dapat mengembalikan kepercayaan publik terhadap lembaga pendidikan.

Eddy ms 
Tags

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)