Cianjur, Metro Aktual
Momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia diharapkan tidak sebatas menjadi perayaan seremonial semata.
Lebih dari itu, ajang ini harus menjadi daya dorong bagi seluruh insan pendidikan untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun dunia pendidikan yang berkualitas, maju, dan berdaya saing.
Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua Pengurus Cabang (PC) PGRI Kecamatan Cianjur, Wildan Efendi, S.Pd., M.M., pada Rabu (14/8/2026).
Menurutnya, sektor pendidikan memegang peran strategis dalam menyiapkan generasi penerus bangsa agar mampu menjawab tantangan masa depan melalui peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
“Semangat kemerdekaan harus kita implementasikan dalam dunia pendidikan. Bukan hanya memperingati HUT RI , tetapi bagaimana semangat tersebut mampu mendorong kita untuk terus meningkatkan mutu pendidikan dan melahirkan generasi yang unggul serta berdaya saing,” ujar Wildan.
Dalam kesempatan tersebut, PC PGRI Kecamatan Cianjur mendorong seluruh guru dan tenaga kependidikan untuk terus meningkatkan kompetensi, profesionalisme, serta melahirkan inovasi dalam memberikan pelayanan pendidikan terbaik bagi masyarakat.
Wildan menekankan bahwa para guru dituntut untuk adaptif terhadap perkembangan Jaman agar dapat membina peserta didik yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki karakter dan daya saing global.
“Guru harus terus beradaptasi dengan perkembangan Jaman. Kita ingin pendidikan di Cianjur mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, kreativitas, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global,” tambahnya.
Ia berharap energi positif dari HUT ke-81 RI ini dapat menguatkan persatuan sekaligus mempercepat akselerasi pembangunan sektor pendidikan demi mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
PC PGRI juga harus mempersiapkan Menjelang peringatan HUT PGRI dan Hari Guru Nasional (HGN) yang akan digelar pada bulan November mendatang, PC PGRI Kecamatan Cianjur telah menyiapkan program kerja strategis yang berfokus pada penguatan kualitas pendidikan berbasis budaya dan kearifan lokal.
Langkah ini selaras dengan arahan pimpinan daerah Jawa Barat melalui Konsep Gapura Panca Waluya (Cageur, Bageur, Bener, Pinter, tur Singer), Serta penguatan Tiga Pilar Budaya Cianjur, yaitu Ngaos, Mamaos, dan Maenpo.
“Kaitan dengan bagaimana agar Tiga Pilar Budaya—Ngaos, Mamaos, Maenpo—ini bisa dijadikan sebagai kiblat progres pembelajaran ke depan di dunia pendidikan. Termasuk Gapura Panca Waluya yang dapat dijadikan sebagai landasan spirit kaitan dengan peningkatan pendidikan di Kecamatan Cianjur khususnya, Dan Kabupaten Cianjur pada umumnya,” jelas Wildan.
Rangkaian yang akan diselenggaran menyambut peringatan Hari Guru Nasional di Kecamatan Cianjur tidak hanya di isi dengan kegiatan olahraga, seni, dan keagamaan.
PC PGRI Kecamatan Cianjur juga menyisipkan agenda intelektual berupa penyusunan Karya Tulis Ilmiah (KTI) bagi para guru.
Karya Tulis Ilmiah tersebut berfokus pada tema pendidikan berbasis budaya dan kearifan lokal. Hasil tulisan para pendidik ini nantinya akan dibukukan menjadi sebuah antologi (bunga rampai) pendidikan.
“Kami berharap dengan progres penulisan karya tulis yang digarap oleh seluruh guru di Kecamatan Cianjur ini bisa menjadi bunga rampai pendidikan yang nantinya bisa dijadikan sebagai landasan ideologis terkait dengan bagaimana pendidikan berbasis budaya dan kearifan lokal,” paparnya.
Wildan juga menyoroti keunggulan historis peradaban Sunda di Jawa Barat yang telah berkembang maju sejak masa lampau, sebagaimana tercermin dalam peninggalan situs bersejarah seperti Gunung Padang.
Melalui program - program ini, PC PGRI Kecamatan Cianjur ingin menggali kembali akar budaya serta nilai-nilai spiritualitas sebagai fondasi berpikir bagi para pendidik dalam menjalankan tugas mulianya, Pungkasnya.
( Marwan Yusup)