*
*Nusantara, Metro Aktual Kaltim* – Upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN) terus diperkuat. Melalui kegiatan Sharing Session Penanganan dan Pemadaman Karhutla yang digelar di Ruang Serbaguna Lantai SB Kemenko 3 Tower 1, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, Jumat (18/9/2026).
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Tim Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana Hidrometeorologi Dampak El Niño Tahun 2026 di IKN, yang secara resmi ditujukan untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapan para pihak dalam menghadapi potensi karhutla di wilayah IKN.
*Tiga Pemateri dari KPHP Telake dan PT IHM*
Sharing session menghadirkan tiga pemateri dari unsur pengelola hutan dan perusahaan kehutanan:
1. Shahar Al Haqq, S.P., http://M.Si., Kepala UPTD KPHP Telake, Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Timur
2. Ahmad Sutiawan, Manager Sustainability PT ITCI Hutani Manunggal (IHM)
3. Teguh Widodo, Asisten Fire & Forest Protection PT ITCI Hutani Manunggal
Para pemateri berbagi pengalaman praktis terkait taktik dan strategi pemadaman karhutla, keselamatan pasukan pemadam, serta kesiapan peralatan pemadam karhutla.
*"Sepuluh Menit Pertama Sangat Menentukan"*
Shahar Al Haqq dalam pemaparannya menekankan pentingnya respons cepat sejak awal kejadian. Menurutnya, kecepatan respons pada fase awal sering kali lebih menentukan dibandingkan besarnya sumber daya yang dikerahkan.
"Sepuluh menit pertama sangat menentukan. Kita harus segera mengetahui lokasi, akses, kondisi bahan bakar, arah angin, sumber air, serta tingkat intensitas api sebelum menentukan taktik pemadaman," jelas Shahar.
Ia juga menegaskan keselamatan personel merupakan prioritas utama dalam setiap operasi pemadaman. Setiap regu harus memiliki pembagian tugas yang jelas, komunikasi yang baik, petugas yang memantau keselamatan, serta personel cadangan untuk mengantisipasi kelelahan.
*Pemadaman Tidak Hanya Mengandalkan Air*
Materi yang disampaikan menyoroti bahwa pemadaman karhutla tidak dapat hanya mengandalkan air. Air harus digunakan secara tepat sasaran untuk membasahi bahan bakar dan mendinginkan titik panas.
Sementara itu, water bombing diposisikan sebagai dukungan untuk menurunkan intensitas api sehingga memungkinkan tim darat melakukan pemadaman secara lebih aman dan efektif.
*Pengalaman PT IHM: Peralatan dan Taktik Lapangan*
Pada sesi berikutnya, Ahmad Sutiawan dan Teguh Widodo dari PT ITCI Hutani Manunggal menyampaikan materi berdasarkan pengalaman praktik pengendalian kebakaran hutan dan lahan.
Aspek peralatan menjadi perhatian penting. Peralatan yang diperlukan tidak hanya berupa pompa dan selang, tetapi juga peralatan manual, alat komunikasi, GPS atau perangkat penentuan koordinat, alat pelindung diri, perlengkapan pertolongan pertama, air minum, penerangan, dan perlengkapan evakuasi.
Kegiatan tersebut juga menjadi ruang berbagi pengalaman antara KPHP Telake, PT ITCI Hutani Manunggal, Otorita IKN, dan para pemangku kepentingan dalam membangun pola penanganan karhutla yang lebih terkoordinasi.
*Dua Sesi Sharing dengan Diskusi Interaktif*
Kegiatan sharing session berlangsung dalam dua sesi. Sesi pertama pukul 08.05–09.05 WITA menghadirkan UPTD KPHP Telake, sedangkan sesi kedua pukul 09.05–10.05 WITA menghadirkan PT ITCI Hutani Manunggal. Kedua sesi dilengkapi dengan tanya jawab dan diskusi.
Dalam materi KPHP Telake ditegaskan bahwa operasi pemadaman harus didukung oleh informasi yang akurat, pembagian peran, komunikasi, serta sistem komando yang jelas. Pemadaman juga harus disesuaikan dengan kondisi lapangan, baik melalui serangan langsung maupun serangan tidak langsung ketika intensitas api terlalu tinggi atau akses langsung tidak aman.
*ID: 11106/Red-MA/24*