Majalengka MA— Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Majalengka selama beberapa hari terakhir mengakibatkan sejumlah bencana alam di berbagai wilayah. Bencana tersebut meliputi banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majalengka, hingga Sabtu, 24 Januari 2026, tercatat sebanyak 26 kejadian bencana alam yang tersebar di sejumlah kecamatan.
BPBD Kabupaten Majalengka bersama unsur TNI, Polri, serta aparat pemerintah desa terus melakukan langkah-langkah penanganan kedaruratan di lokasi terdampak. Upaya tersebut meliputi evakuasi warga, pemantauan kondisi wilayah, serta pendataan dampak bencana.
Bupati Majalengka, H. Eman Suherman, menginstruksikan BPBD dan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) untuk bergerak cepat dan responsif dalam menangani kondisi darurat, terutama di wilayah yang terdampak banjir dan longsor. Selain itu, Bupati juga meminta Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKP3) segera melakukan pendataan lahan pertanian yang terdampak banjir.
“Saya minta seluruh perangkat daerah terkait, khususnya BPBD dan PUTR, untuk bergerak cepat dan responsif dalam penanganan kedaruratan di lapangan. Keselamatan warga menjadi prioritas utama. DKP3 juga agar segera melakukan pendataan sawah dan lahan pertanian yang terdampak banjir sebagai dasar penanganan dan langkah lanjutan ke depan,” ujar Bupati, Sabtu (24/1/2026).
Bupati juga mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan longsor dan bantaran sungai, untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat curah hujan masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Sementara itu, Kepala DKP3 Kabupaten Majalengka, Gatot Sulaeman, menyampaikan bahwa lahan pertanian yang terdampak banjir tersebar di beberapa kecamatan, di antaranya Jatitujuh, Kertajati, Ligung, Sumberjaya, Dawuan, Kasokandel, Cikijing, dan Cingambul, dengan total luasan mencapai ratusan hektare.
Di sisi lain, Camat Ligung, Abdul Goni, mengungkapkan bahwa banjir di wilayahnya terjadi akibat jebolnya Sungai Cimanuk di Desa Wanasalam. Akibat kejadian tersebut, sekitar 200 rumah warga terendam banjir dengan ketinggian air mencapai lutut orang dewasa.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Majalengka, Agus Tamim, mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan, mengingat potensi cuaca ekstrem dan hujan berintensitas tinggi diperkirakan masih berlangsung hingga akhir Januari 2026.
“Dari data sementara, tidak ada korban jiwa dalam beberapa kejadian tersebut. Namun terdapat rumah warga yang mengalami kerusakan serta beberapa akses jalan tertutup material longsor. Tim kami masih terus melakukan pendataan dan penanganan di lapangan,” kata Agus Tamim.
(Edy MS)