SUMEDANG MA- Minggu 13 April 2026 – Menanggapi bencana tebing longsor yang menutup saluran air Sanggiang Sri, Dusun Nangorak, Desa Margamekar, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang bergerak cepat melakukan penanganan darurat di lokasi pada Sabtu (11/04).
Akses menuju lokasi terbilang cukup jauh dari pemukiman warga, hal tersebut tidak menyurutkan semangat tim BPBD untuk bergabung bersama warga dalam aksi kerja bakti. Menggunakan gergaji mesin (chainsaw), personel BPBD bahu-membahu mengevakuasi tumpukan pohon tumbang yang sempat menutup akses dan aliran air di area tersebut.
Berdasarkan pantauan di lokasi, dimensi longsoran tergolong sangat besar dengan panjang mencapai 200 meter dan lebar diperkirakan lebih dari 100 meter. Hingga saat ini, penanganan dilakukan secara swadaya oleh masyarakat bersama pengurus RT, RW, dan Kepala Dusun (Kadus) setempat.
Warga mengungkapkan kekhawatiran yang mendalam. Jika longsoran pada saluran air ini tidak segera ditangani secara permanen oleh instansi terkait, dampaknya akan sangat fatal. Saat musim kemarau tiba, sedikitnya 100 hektar area pertanian terancam gagal panen karena terputusnya pasokan irigasi.
Ketua RW setempat menyampaikan aspirasinya kepada Penjabat Bupati Sumedang melalui dinas-dinas terkait agar segera menurunkan bantuan teknis dan alat yang memadai.
"Kami sangat berterima kasih kepada BPBD yang sudah terjun langsung sejak minggu lalu. Namun, melihat skala longsor yang begitu besar, kami sangat berharap Bapak Bupati melalui instansi terkait lainnya segera turun tangan. Ini menyangkut nasib 100 hektar sawah kami," ujar salah satu Ketua RW di lokasi.
Kegiatan kerja bakti darurat ini telah berlangsung sejak kejadian longsor terjadi, Untuk sisa material yang belum terevakuasi, warga bersama BPBD dijadwalkan akan melanjutkan gotong royong pada Minggu, 13 April 2026.
Sejauh ini, BPBD menjadi satu-satunya instansi teknis yang konsisten mendampingi warga di lapangan, sementara kehadiran dan bantuan dari instansi terkait lainnya masih sangat dinantikan oleh masyarakat Dusun Nangorak.
( Edy ms)