TASIKMALAYA, MA – Pembangunan sarana Irigasi Perpompaaan (Irpom) di Desa Leuwibudah, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Tasikmalaya, terus menunjukkan perkembangan positif. Program bantuan dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia yang didanai melalui APBN Tahun Anggaran 2026 tersebut saat ini telah mencapai progres fisik sekitar 65 persen.
Kegiatan yang dilaksanakan secara swakelola oleh Kelompok Tani Bina Sejahtera ini menjadi salah satu upaya pemerintah dalam mendukung peningkatan produktivitas pertanian, khususnya di wilayah yang kerap mengalami keterbatasan pasokan air saat musim kemarau.
Ketua Kelompok Tani Bina Sejahtera, Aman Sumarna menyampaikan, apresiasinya atas bantuan yang diberikan pemerintah kepada para petani di wilayahnya. Menurutnya, keberadaan irigasi perpompaan menjadi solusi yang sangat dibutuhkan untuk membantu menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian.
"Program ini menjadi harapan bagi petani. Kami berharap setelah selesai dibangun, pasokan air ke lahan pertanian bisa lebih lancar sehingga produktivitas pertanian dapat meningkat dan hasil panen masyarakat menjadi lebih baik," ujar Aman Sumarna, Kamis (18/06/2026).
Ia menjelaskan, selama ini para petani masih menghadapi kendala dalam pemenuhan kebutuhan air, terutama saat musim kemarau. Karena itu, pembangunan sarana irigasi perpompaan dinilai dapat membantu mengurangi risiko kekurangan air yang berdampak pada hasil pertanian.
Aman juga berharap program tersebut dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang dan terus terpelihara dengan baik setelah selesai dibangun.
"Kami bersama para petani berharap program ini tidak hanya selesai dibangun, tetapi juga dapat terus dipelihara dan dimanfaatkan dengan baik. Dengan begitu, keberadaan irigasi perpompaan ini bisa memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi sektor pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani," katanya.
Program dengan nilai anggaran sebesar Rp155,7 juta tersebut mulai dilaksanakan pada 20 April 2026 dan ditargetkan selesai pada 16 September 2026. Selain bertujuan meningkatkan ketersediaan air pertanian, pelaksanaannya secara swakelola juga memberikan ruang partisipasi aktif bagi masyarakat dan anggota kelompok tani setempat.
Sementara itu, Andi Sandi, selaku Konsultan Irpom menjelaskan, bahwa pembangunan sarana tersebut merupakan tindak lanjut dari usulan kelompok tani yang selama ini menghadapi keterbatasan air untuk kebutuhan pertanian.
Menurutnya, program irigasi perpompaan diharapkan mampu meningkatkan indeks pertanaman (IP) sekaligus membantu petani menghadapi kondisi kekurangan air yang kerap terjadi saat musim kemarau.
"Irigasi perpompaan ini dimanfaatkan untuk mengatasi kekurangan air yang selama ini menjadi kendala petani. Program ini diajukan melalui kelompok tani kepada BPP karena setiap musim sering mengalami kekurangan air," ujar Andi.
Ia menambahkan, keberadaan sistem perpompaan akan menjadi alternatif sumber air yang dapat membantu menjaga keberlangsungan aktivitas pertanian ketika debit air alami mengalami penurunan.
"Alhamdulillah saat ini sebagian lahan sudah panen. Dengan adanya program ini, saat musim kemarau kekurangan air memang tidak bisa dihindari sepenuhnya, tetapi setidaknya dapat meminimalisasi kerugian yang dialami petani," katanya.
Terkait pelaksanaan pembangunan, Andi menyebut progres fisik saat ini telah mencapai sekitar 65 persen. Sejumlah komponen utama, termasuk mesin pompa yang telah sesuai spesifikasi, telah tersedia dan terpasang. Jaringan pipa juga telah dipasang serta dilakukan uji coba awal.
"Untuk progres pekerjaan saat ini sudah cukup baik. Mesin sudah dibelikan sesuai standar dan telah terpasang, bahkan sudah dilakukan uji coba. Kami terus melakukan pengawasan dan pendampingan agar tidak ada kekurangan dalam pelaksanaan pekerjaan," jelasnya.
Menurut Andi, pihak konsultan bersama penyuluh pertanian lapangan (PPL) terus melakukan monitoring dan pendampingan agar pekerjaan dapat selesai sesuai target serta memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
"Kami optimistis pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu. Koordinasi dengan kelompok tani dan PPL juga terus dilakukan agar seluruh tahapan berjalan sesuai rencana," pungkasnya.
Dengan progres pembangunan yang terus meningkat, keberadaan Irigasi Perpompaaan di Desa Leuwibudah diharapkan dapat memperkuat ketersediaan air bagi lahan pertanian, meningkatkan hasil produksi petani, serta mendukung program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan pemerintah.
Yusrizal