" .
MAJALENGKA, MA
Dinas Ketenagakerjaan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (DK2UKM) Kabupaten Majalengka berkomitmen untuk terus menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD). Salah satu sektor potensial yang kini menjadi fokus utama adalah pemaksimalan retribusi dari Tenaga Kerja Asing (TKA), seiring dengan tingginya nilai investasi yang masuk ke wilayah Majalengka.
Kepala Dinas K2UKM Majalengka yang baru dilantik, H. Solehudin, menyatakan bahwa pihaknya akan terus melakukan inovasi serta peningkatan layanan pada instansi yang kini baru dipimpinnya. Langkah strategis ini diambil guna mendukung pembangunan daerah di tengah keterbatasan anggaran yang ada.
"Kami akan terus melakukan inovasi dan peningkatan layanan. Salah satu fokus kami adalah mengoptimalkan potensi PAD dari retribusi TKA, mengingat iklim investasi di Majalengka saat ini sangat tinggi," ujar H. Solehudin, Sabtu (27/6/2026).
Sebagai informasi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka baru pertama kali menghimpun Retribusi TKA pada tahun 2024 lalu. Pada tahun-tahun sebelumnya, sektor ini belum menyumbang pendapatan bagi asli daerah. Berdasarkan ketentuan yang berlaku, setiap TKA yang bekerja di perusahaan di wilayah Kabupaten Majalengka dikenakan retribusi sebesar 100 dolar AS per bulan.
Sejak diberlakukan, tren pendapatan dari sektor ini terus menunjukkan grafik kenaikan yang positif
Pada Tahun 2024: Realisasi PAD mencapai Rp2,1 miliar dari total 312 orang TKA. Tahun 2025: PAD meningkat menjadi Rp2,8 miliar dari total 406 orang TKA.
Tahun 2026 sampai Juni 2026 sudah masuk 3,08 miliar dari TKA 230 orang sampai Juni 2026.
Dan di perubahan kita akan naikan sebesar 5,6 miliar ini merupakan salah satu akselerasi Kepala Dinas K2UKM yang baru dalam menigkatkan Retribusi penggunaan tenaga kerja asing untuk mendukung fiskal PAD Kabupaten Majalengka yaitu "Creative financing" berupa akselerasi pendekatan dan kolaborasi untuk mendanai proyek dalam mengakselerasi pembangunan tanpa membebani kas negara secara penuh.
Untuk mencapai target tersebut, H. Solehudin menegaskan bahwa DK2UKM akan memperketat pengawasan dan pembinaan di lapangan guna menggali seluruh potensi yang ada. Sinergitas dengan Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) dari Imigrasi Cirebon juga terus dioptimalkan demi memperkuat penertiban administrasi.
"Kita bersama Timpora dari Imigrasi Cirebon rutin melakukan pengawasan dan pembinaan bersama di lapangan," tambahnya.
Berdasarkan data DK2UKM, sebaran TKA di Kabupaten Majalengka saat ini didominasi oleh warga negara asal China, Vietnam, Korea Selatan, dan beberapa negara lainnya. Mayoritas dari mereka terkonsentrasi di sejumlah pabrik industri berskala besar di wilayah Majalengka Utara.
"Para tenaga kerja asing ini umumnya bekerja sebagai tenaga ahli, teknisi mesin, penasihat teknis, manajer, hingga jajaran direksi pada perusahaan tekstil dan manufaktur berskala besar," pungkas H. Solehudin.
Melalui pengawasan yang lebih ketat dan terukur, DK2UKM optimistis kontribusi dari sektor tenaga kerja asing ini dapat dimaksimalkan secara akuntabel demi mendorong percepatan pembangunan daerah menuju Majalengka Langkung Sae.
( Edy ms).