TASIKMALAYA, MA – Pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan bangunan di Puskesmas Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya, menuai sorotan setelah ditemukan sejumlah dugaan ketidaksesuaian saat pemantauan lapangan pada Senin (15/6/2026).
Berdasarkan papan informasi kegiatan yang terpasang di lokasi, pekerjaan tersebut merupakan paket Belanja Pemeliharaan Bangunan Gedung – Bangunan Gedung Tempat Kerja-Bangunan Kesehatan Emplacement dan Pemagaran Puskesmas Sukaratu dengan nilai kontrak sebesar Rp215.597.400.Kegiatan ini dilaksanakan oleh CV. Tunas Pantai Selatan dengan masa pelaksanaan selama 90 hari kalender.
Namun, saat dilakukan pemantauan di lokasi, tidak ditemukan pelaksana atau penanggung jawab lapangan yang dapat memberikan keterangan terkait progres pekerjaan. Selain itu, sejumlah pekerja yang sedang melaksanakan pekerjaan terlihat tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) sebagaimana yang diwajibkan dalam standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Ironisnya, di lokasi proyek justru terpampang jelas papan peringatan kawasan tertib K3 yang mewajibkan penggunaan APD seperti helm keselamatan, rompi keselamatan, sepatu keselamatan, masker, dan sarung tangan.
Selain persoalan APD, di lokasi juga tidak ditemukan gambar kerja (shop drawing) yang umumnya menjadi acuan teknis dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi maupun pemeliharaan bangunan.
Menurut keterangan salah seorang pekerja yang ditemui di lokasi, jumlah tenaga kerja yang berasal dari warga setempat hanya dua orang. Sementara pekerja lainnya merupakan tenaga yang dibawa langsung oleh pihak pelaksana.
"Putra daerahnya hanya dua orang. Yang lainnya pegawai bawaan dari pihak CV, sekitar empat orang, jadi total pekerja ada enam orang," ujar salah satu pekerja yang enggan disebutkan namanya.
Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan terkait penerapan standar keselamatan kerja, pengawasan pelaksanaan proyek, serta keterbukaan informasi teknis pekerjaan di lapangan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pelaksana CV. Tunas Pantai Selatan maupun pihak terkait dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut. Awak media akan berupaya melakukan konfirmasi lebih lanjut guna memperoleh penjelasan dan klarifikasi dari pihak-pihak terkait.
Yusrizal