.
SUMEDANG MA– Rencana mediasi antara warga RW 04 dan RW 08 Desa Jatimulya Kecamatan Sumedang Utara, dengan pihak Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Sumedang hingga saat ini belum menunjukkan perkembangan yang jelas.
Warga masih menunggu tindak lanjut dari rencana pertemuan yang diharapkan dapat menyelesaikan polemik terkait keberadaan area pemakaman baru milik salah satu pengembang perumahan.
Permasalahan ini muncul setelah warga yang bermukim di sekitar kawasan pemakaman Dusun Pasir Malang, Bojong Pasantren, dan Dusun Pasirmulya mengetahui adanya lokasi pemakaman baru yang berada di area yang berbatasan langsung dengan pemakaman warga yang telah digunakan sejak lama.
Keberadaan pemakaman baru tersebut menimbulkan keberatan dari masyarakat sekitar. Warga menilai keberadaan lokasi pemakaman milik perumahan tersebut dilakukan tanpa adanya sosialisasi yang memadai kepada masyarakat sekitar sehingga memicu penolakan dan konflik di lingkungan setempat.
Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Desa bersama masyarakat telah melaksanakan musyawarah pada 26 Mei 2026. Dalam pertemuan tersebut disepakati perlunya mediasi yang melibatkan berbagai pihak guna mencari solusi terbaik dan mencegah konflik berkepanjangan.
Warga berharap mediasi segera dapat dilaksanakan dengan menghadirkan seluruh pihak terkait, di antaranya Dinas Perkim, Satpol PP, Bagian Hukum Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang, pihak Kecamatan, pihak pengembang perumahan, serta perwakilan masyarakat terdampak.
Menurut warga, pertemuan tersebut sangat penting agar seluruh pihak dapat duduk bersama, menyampaikan pandangan masing-masing, serta mencari jalan keluar yang mengedepankan kepentingan bersama. Masyarakat berharap penyelesaian persoalan ini dapat dilakukan secara bijaksana dan menghasilkan keputusan yang adil bagi semua pihak.
"Kami berharap ada solusi terbaik melalui musyawarah dan mediasi. Jangan sampai persoalan ini berlarut-larut dan menimbulkan ketidaknyamanan di tengah masyarakat. Semua pihak harus duduk bersama untuk mencari jalan keluar yang bersifat win-win solution," ungkap salah seorang warga.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat masih menunggu kepastian jadwal mediasi dan langkah konkret dari pihak terkait guna menyelesaikan polemik pemakaman tersebut secara damai dan sesuai ketentuan yang berlaku.
(Edy ms).