Sumedang. MA
Sumedang, Askab PSSI Kabupaten Sumedang mengklarifikasi video viral yang memperlihatkan polemik usai final Piala Soeratin U-15 2026 di Stadion Ahmad Yani, Kamis (30/7/2026). Polemik tersebut dipicu tidak adanya penyerahan trofi dan medali kepada tim juara seusai pertandingan.
Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Askab PSSI Kabupaten Sumedang, Taufik Risnandar, mengakui terjadi miskomunikasi antara panitia, Askab, sekolah sepak bola (SSB), klub, dan orang tua pemain terkait bentuk apresiasi yang diberikan kepada para juara.
"Kami akui ini adalah miskomunikasi. Penyampaian informasi yang seharusnya sama kepada klub, sekolah sepak bola, maupun orang tua ternyata tidak tersampaikan dengan pemahaman yang sama," ujar Taufik saat diwawancarai Tahu Ekspres, Jumat (31/7/2026).
Menurutnya, tidak adanya trofi bukan berarti Askab tidak memberikan penghargaan. Tahun ini, Askab memilih mengalihkan anggaran untuk menanggung penuh biaya pendaftaran tim juara ke putaran Piala Soeratin tingkat Jawa Barat.
"Biaya pendaftaran ke tingkat provinsi akan kami bantu dan tanggung penuh. Untuk U-13 sebesar Rp3,5 juta, U-15 Rp4 juta, dan U-17 Rp4,5 juta," katanya.
Selain itu, para pemain juga tetap memperoleh piagam penghargaan. Namun, Askab menerapkan sistem e-sertifikat sehingga piagam tidak dibagikan secara langsung pada penutupan kompetisi.
"Sertifikat akan dikirim kepada admin masing-masing SSB maupun klub untuk dicetak sesuai data pemain yang telah terdaftar di database PSSI," jelas Taufik.
Ia memastikan seluruh juara tetap menerima haknya dan Askab akan memperbaiki penyampaian informasi serta meningkatkan bentuk apresiasi pada penyelenggaraan kompetisi berikutnya.ASKAB PSSI Klarifikasi Video Viral Polemik Pertandingan Sepak Bola Piala Soeratin di Sumedang
Askab PSSI Kabupaten Sumedang mengklarifikasi video viral yang memperlihatkan polemik usai final Piala Soeratin U-15 2026 di Stadion Ahmad Yani, Kamis (30/7/2026). Polemik tersebut dipicu tidak adanya penyerahan trofi dan medali kepada tim juara seusai pertandingan.
Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Askab PSSI Kabupaten Sumedang, Taufik Risnandar, mengakui terjadi miskomunikasi antara panitia, Askab, sekolah sepak bola (SSB), klub, dan orang tua pemain terkait bentuk apresiasi yang diberikan kepada para juara.
"Kami akui ini adalah miskomunikasi. Penyampaian informasi yang seharusnya sama kepada klub, sekolah sepak bola, maupun orang tua ternyata tidak tersampaikan dengan pemahaman yang sama," ujar Taufik saat diwawancarai Tahu Ekspres, Jumat (31/7/2026).
Menurutnya, tidak adanya trofi bukan berarti Askab tidak memberikan penghargaan. Tahun ini, Askab memilih mengalihkan anggaran untuk menanggung penuh biaya pendaftaran tim juara ke putaran Piala Soeratin tingkat Jawa Barat.
"Biaya pendaftaran ke tingkat provinsi akan kami bantu dan tanggung penuh. Untuk U-13 sebesar Rp3,5 juta, U-15 Rp4 juta, dan U-17 Rp4,5 juta," katanya.
Selain itu, para pemain juga tetap memperoleh piagam penghargaan. Namun, Askab menerapkan sistem e-sertifikat sehingga piagam tidak dibagikan secara langsung pada penutupan kompetisi.
"Sertifikat akan dikirim kepada admin masing-masing SSB maupun klub untuk dicetak sesuai data pemain yang telah terdaftar di database PSSI," jelas Taufik.
Ia memastikan seluruh juara tetap menerima haknya dan Askab akan memperbaiki penyampaian informasi serta meningkatkan bentuk apresiasi pada penyelenggaraan kompetisi berikutnya..
(Edy ms).