Sumedang MA, Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir menegaskan pentingnya gerak cepat, kolaborasi, serta peningkatan kompetensi seluruh mitra sosial dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Hal itu disampaikannya saat menghadiri Dialog Bersama Mitra Dinas Sosial Kabupaten Sumedang di Aula Dinas Sosial, Senin (3/8/2026).
Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh mitra Dinas Sosial, mulai dari Pendamping PKH, TKSK, Tagana, Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), Karang Taruna, LKS hingga berbagai relawan sosial yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan sosial di lapangan.
Dalam dialog tersebut, Kepala Dinas Sosial memaparkan sejumlah capaian dan program prioritas, di antaranya percepatan pembangunan Sekolah Rakyat yang telah mencapai hampir 90 persen, akselerasi digitalisasi bantuan sosial, serta pengembangan Program Lansia Simpati yang akan diperluas hingga tingkat kecamatan melalui pelimpahan kewenangan yang disertai dukungan anggaran.
Selain itu, Dinas Sosial juga mengusulkan pembentukan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) khusus penanganan Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) agar penanganan berbagai persoalan sosial dapat dilakukan lebih cepat, terpadu, dan profesional.
Berbagai masukan pun disampaikan para mitra. PSM meminta penguatan kelembagaan hingga tingkat desa, TKSK mengusulkan kejelasan regulasi bagi Puskesos, Tagana berharap adanya peningkatan kapasitas serta penambahan personel, sementara Pendamping PKH menyampaikan tantangan dalam mendorong keluarga penerima manfaat agar mandiri dan keluar dari ketergantungan bantuan sosial.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Bupati Dony meminta seluruh jajaran Dinas Sosial terus meningkatkan kualitas pelayanan dengan mengedepankan kecepatan, kolaborasi, dan pemanfaatan teknologi digital.
"Saya ingin Dinas Sosial terus menjaga kinerjanya. Gerak cepat, gerak bersama, dan garap setiap potensi online yang ada. Masyarakat harus mengetahui apa yang sudah kita kerjakan sehingga tidak muncul prasangka karena kurangnya informasi," tegasnya.
Bupati juga menekankan pentingnya peningkatan kompetensi seluruh mitra sosial. Menurutnya, peningkatan kemampuan tidak selalu harus bergantung pada anggaran pemerintah, tetapi dapat dilakukan melalui berbagai sumber belajar seperti kecerdasan buatan (AI), YouTube, Google maupun berbagi praktik terbaik antar daerah.
Ia juga meminta seluruh mitra fokus mendukung program prioritas nasional dan daerah, khususnya percepatan digitalisasi data perlindungan sosial (Perlinsos), penanganan PPKS, serta keberhasilan Sekolah Rakyat sebagai program strategis nasional di Kabupaten Sumedang.
"Saya ingin semuanya concern terhadap Perlinsos agar bantuan sosial benar-benar tepat sasaran. Kemudian persoalan kesejahteraan sosial harus didata by name by address sehingga setiap masalah memiliki solusi yang jelas dan terukur," ujarnya.
Menghadapi musim kemarau, Bupati Dony memberikan perhatian khusus terhadap potensi kekeringan dan kerawanan pangan. Ia menginstruksikan seluruh jaringan sosial mulai dari Puskesos, TKSK, PKH hingga Tagana untuk memperkuat deteksi dini di lapangan.
"Saya tidak ingin ada satu pun masyarakat Sumedang yang kelaparan. Jangan sampai menunggu viral baru ditangani. Begitu ada warga kesulitan pangan atau air bersih, segera laporkan dan bergerak bersama menghadirkan solusi," tegasnya.
Di akhir arahannya, Bupati juga meminta Dinas Sosial membangun sistem respons cepat terhadap berbagai persoalan masyarakat, termasuk pelayanan BPJS Kesehatan, agar masyarakat yang membutuhkan dapat memperoleh bantuan secara cepat melalui koordinasi lintas perangkat daerah, Baznas, CSR maupun lembaga terkait lainnya.
( Edy ms).