Ditreskrimum Polda Kalteng Mulai Ketar-ketir, hanya Bukti Surat,saksi batal di hadirkan,Tidak Gentelmen!!!


Metroaktualnews.com//Palangkaraya,Rangkaian proses sidang praperadilan Lawfirm Scorpions VS  Ditreskrimum Polda Kalteng masih bergulir di PN Palangkaraya,"Sidang Praperadilan agenda Permbuktien surat dan saksi pemohon serta keterangan ahli  dari Pemohon pada hari Rabu tanggal 11 Oktober 2023 kembali di gelar  diikuti kuasa pemohon oleh Adv.Haruman Supono,SE,MH,AAIJ  dari LawFirm Scorpions sidang di pimpin  hakim tunggal Heru Setiyadi, SH,MH dan panitera pengganti Jurmani,SH.  (12/10/23)                                 

Sidang Praperadilan menuntut pada majelis hakim bahwa Termohon telah melakukan kesalahan yang fatal pelanggaran HAM dan melampaui SOP tidak sesuai Perkapolri no.6 tahun 2019 tentang Manajemen Tindak Pidana pada pasal 12 huruf a dan b, pasal 13 ayat 1,2,3 dan pasal 14 serta pasal 15.              


Usai pembacaan Replik pada hari Selasa 10 Oktober 2023  dari kuasa Pemohon dilanjutkan dengan duplik lisan  oleh Termohon, kuasa hukum nilai tidak jentelmen dan relevan hanya menunjukan semakin jelas ketidak profesionalan Termohon sebagai penyidik. Saksi Medrie yang juga anggota Brimob Polda Kalteng sebagai Driver bahwa tidak ada Pemohon menganiaya terhadap pelapor F  justru Termohonnlah yang terluka. Keterangan ahli Bernandus Letlora,SH,MH juga  memberikan penjelasan bahwa penyidik telah salah prosedur dan melanggar HAM keterangan yang secara akademis dan elegan di muka persidangan Rabu tanggal 11  Oktober 2023.

Persidangan hari Kamis tanggal 12 Oktober 2023 skj.11.15 wib agenda bukti Surat dari Termohon . Saksi seyogyanya di hadirkan Termohon tidak ada Saksi yang dihadirkan,berarti Termohon/penyidik tidak siap ,tidak bertanggung jawab atas perbuatannya,Saksi penting dalam persidangan itu petunjuk hakim bahwa surat bukan satu-satunya menjadi alat bukti yang cukup, penyidik Ditreskrimum Polda Kalteng unit IV Renakta terbukti mulai ketar-ketir dalam persidangan Pra.


Pasalnya kuasa hukum Pemohon sudah mempersiapkan segala Pertanyaan terkait penetapan tersangka atas diri Pemohon.

Kami yakin Permohonan Pemohon di kabulkan majelis hakim tunggal pada PN Palangkaraya dan Rabu hari ini tanggal 11 Oktober skj.09.00 wib 2023 pembuktian Surat dan saksi serta keterangan ahli  dari kuasa hukum Pemohon.

Ketidak profesionalan penyidik Ditreskrimum Polda Kalteng terungkap  baik atensi dari Kapolda yang intimidatif, Direktur Ditreskrimum dan khususnya unit IV Renakta berikut penyidik pembantu harus di cabut sertifikasi penyidik dan di mutasi ke daerah agar Kapolri beri tindakan tegas terhadap penyidik yang dalam tindakannya melampaui SOP tidak Presisi, tegas Haruman.

Agenda besok Jumat 13/10  2023 adalah kesimpulan dari Pemohon dan Termohon. Biarpun besok langit akan Runtuh, kebenaran dan keadilan harus di tegakkan, tegas Haruman. 

REDAKSI//TEAM

Posting Komentar

0 Komentar