TASIKMALAYA MA — Pemerintah Desa (Pemdes) Linggawangi Kecamatan Leuwisari Kabupaten Tasikmalaya, memastikan kegiatan pemeliharaan saluran drainase yang bersumber dari Dana Desa Tahun Anggaran (TA) 2025 di Kampung Kalieung telah rampung dan kini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Berdasarkan informasi dari papan proyek, kegiatan tersebut meliputi pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) dengan volume sepanjang 28 meter dan ukuran 0,6 x 0,3 meter. Proyek ini memiliki pagu anggaran sebesar Rp19.283.000 termasuk pajak, dengan waktu pelaksanaan selama 12 hari kalender.
Kegiatan dilaksanakan secara swakelola oleh PPKD Desa Linggawangi melalui program Padat Karya Tunai Desa (PKTD).
Meski penyelesaian pekerjaan dilakukan pada Januari 2026, hasil pantauan di lapangan menunjukkan bahwa proyek drainase tersebut telah rampung pada Senin, 26 Januari 2026, dan saat ini berfungsi dengan baik dalam menunjang kelancaran aliran air.
Kepala Desa Linggawangi, Budi Rachman menegaskan, bahwa pemerintah desa tetap berkomitmen menyelesaikan setiap program pembangunan demi kepentingan masyarakat, sekaligus menjadikan seluruh proses pelaksanaan sebagai bahan evaluasi bersama.
“Kami memastikan Dana Desa digunakan sesuai perencanaan. Adanya penyesuaian waktu penyelesaian pekerjaan menjadi pelajaran berharga bagi kami untuk meningkatkan ketertiban administrasi dan perencanaan ke depan,” ujarnya, Kamis (29/01/2026).
Ia juga mengapresiasi peran awak media dan masyarakat yang telah memberikan perhatian serta masukan konstruktif terhadap jalannya pembangunan desa.
“Kami berterima kasih kepada rekan-rekan media yang telah menjalankan fungsi kontrol sosial. Pemerintah desa terbuka terhadap masukan dan akan menggelar musyawarah kembali bersama tokoh masyarakat, Karang Taruna, BPD, serta seluruh unsur lembaga desa untuk membahas pembangunan drainase di Kampung Kalieung,” tambahnya.
Menurutnya, pekerjaan drainase tersebut telah terealisasi 100 persen dan dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.
Di tempat yang sama, Kaur Perencanaan Desa Linggawangi Fadil menjelaskan, bahwa pemeliharaan drainase tersebut merupakan pekerjaan lanjutan dari tahapan sebelumnya yang telah dimulai pada tahun 2025.
“Pekerjaan diawali dengan pembersihan, pengerukan, serta perbaikan gorong-gorong saluran air dari Kampung Kalieung hingga Kampung Bolodog yang dilaksanakan pada akhir tahun 2025. Sementara pembangunan TPT baru terselesaikan pada awal Januari 2026. Kini seluruh pekerjaan telah rampung dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat,” jelasnya.
Fadil menegaskan, bahwa pembangunan drainase tersebut masuk dalam skala prioritas pemerintah desa karena berkaitan langsung dengan keselamatan dan kenyamanan warga.
“Pada saat musim penghujan, aliran air sering meluap dan mengalir deras ke badan jalan. Kondisi ini berpotensi menimbulkan genangan, banjir, bahkan kecelakaan. Karena itu, pemeliharaan drainase menjadi kebutuhan yang mendesak,” ungkapnya.
Ia menambahkan, bahwa pemerintah desa telah berkoordinasi dengan BPD, Karang Taruna, serta Pendamping Masyarakat Desa (PMD) Kecamatan Leuwisari guna memastikan seluruh tahapan kegiatan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Terkait lokasi pekerjaan, pemerintah desa menjelaskan, bahwa meskipun ruas jalan tersebut merupakan jalan kabupaten, saluran drainase yang dibangun merupakan aset desa yang memiliki peran penting dalam menjaga lingkungan dan aktivitas warga sekitar.
“Dengan selesainya pekerjaan ini "kami berharap, aliran air menjadi lebih lancar dan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ujar Kepala Desa.
Fadil juga menyampaikan bahwa pemerintah desa saat ini tengah menyempurnakan administrasi kegiatan, termasuk dokumentasi serta laporan pertanggungjawaban (LPJ), sebagai bentuk komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas pengelolaan Dana Desa.
“Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk memberikan kritik dan saran yang membangun. Transparansi menjadi komitmen kami agar pembangunan desa dapat berjalan semakin baik,” tuturnya.
Dengan rampungnya proyek drainase ini, Pemerintah Desa Linggawangi berharap infrastruktur yang telah dibangun dapat memberikan manfaat jangka panjang, meningkatkan keselamatan lingkungan, serta menjadi pijakan positif dalam tata kelola pembangunan desa yang partisipatif dan transparan ke depan.
Yusrizal