LEBAK – Metro.Aktual.News.Com- Dalam rangka memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan menghadapi bencana, Pemerintah Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, bersama Palang Merah Indonesia (PMI) menggelar apel gabungan sekaligus memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) PMI ke-81. Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan pelantikan 1.840 pengurus dan anggota PMR, Kabupaten Lebak masa bakti 2026. Acara berlangsung khidmat di Alun-Alun kota Rangkasbitung, Selasa (22/9/2026).
Apel gabungan diikuti ratusan peserta yang terdiri dari jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN), perwakilan TNI/Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta seluruh unsur PMI, mulai dari pengurus, staf, Korps Sukarela (KSR), hingga Palang Merah Remaja (PMR) se-Provinsi Banten dan Kabupaten Lebak.
Bupati Lebak Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya bertindak sebagai inspektur apel.
Dalam amanatnya, Hasby menyampaikan apresiasi atas 81 tahun pengabdian para relawan PMI yang selama ini berada di garda terdepan dalam berbagai misi kemanusiaan.
“Apel gabungan hari ini adalah momentum penting untuk mempererat sinergi antara pemerintah daerah, instansi vertikal, dan seluruh elemen relawan. PMI tidak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi yang kuat sangat dibutuhkan agar pelayanan kesehatan dan penanganan darurat bencana dapat berjalan cepat dan responsif,” ujar Hasbi.
Ia mengatakan, sejak berdiri pada 17 September 1945, PMI telah menjadi salah satu organisasi yang berperan dalam pelayanan kemanusiaan di Indonesia.
“PMI tidak hanya hadir ketika terjadi bencana, tetapi juga berperan dalam pemenuhan kebutuhan darah, pelayanan kesehatan, bantuan sosial, serta pembinaan generasi muda melalui PMR,” katanya.
Menurut Hasbi, relawan PMI selalu hadir untuk membantu masyarakat tanpa membedakan suku, agama, maupun golongan.
“Inilah wujud nyata dari tujuan dan prinsip dasar gerakan Palang Merah,” ujarnya.
Hasbi menilai peringatan HUT PMI ke-81 harus menjadi momentum untuk semakin memperkuat kolaborasi dan kepedulian sosial di Kabupaten Lebak.
Ia juga memberikan apresiasi kepada para relawan PMI dan pendonor darah sukarela yang telah berkontribusi dalam membantu menyelamatkan nyawa masyarakat.
“Setetes darah Bapak dan Ibu sangat berarti untuk menyelamatkan nyawa. Para pendonor darah adalah pahlawan kemanusiaan yang telah memberikan manfaat besar bagi masyarakat,” tuturnya.
Hasbi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bergotong royong memperkuat solidaritas demi mewujudkan Kabupaten Lebak yang lebih tangguh.
“Melalui momentum HUT PMI ke-81, PMI di Kabupaten Lebak diharapkan semakin memperkuat pelayanan kemanusiaan, meningkatkan kapasitas relawan, membangun kepedulian generasi muda, serta memperluas kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua PMI Kabupaten Lebak, Drs. H. Asep Komar Hidayat, M.Pd., mengatakan pelantikan anggota PMR merupakan salah satu agenda penting PMI dalam membangun dan mempersiapkan generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap sesama serta memahami nilai-nilai kemanusiaan.
“Pelantikan 1.840 anggota PMR ini merupakan salah satu agenda dan program kerja PMI Kabupaten Lebak sekaligus bagian dari rangkaian HUT PMI ke-81. Kami ingin menanamkan sejak dini nilai kepedulian, kerelawanan, kebersamaan, dan kemanusiaan kepada generasi muda,” ujar Asep.
Menurut Asep, rangkaian HUT PMI ke-81 tidak hanya diisi dengan pelantikan anggota PMR. PMI Kabupaten Lebak juga memberikan penghargaan kepada para pendonor darah sukarela yang telah melakukan donor darah sebanyak 10 dan 25 kali.
Penghargaan juga diberikan kepada sejumlah lembaga yang konsisten mendukung kegiatan donor darah serta PMI tingkat kecamatan yang aktif menjalankan kegiatan kemanusiaan.
“Keberadaan PMI tidak dapat dipisahkan dari dukungan berbagai pihak, baik pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga pendidikan maupun masyarakat,” katanya.
Asep menegaskan, kegiatan kemanusiaan membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak. Karena itu, PMI Kabupaten Lebak terus membangun sinergi dengan pemerintah daerah, dunia usaha, sekolah, organisasi, dan seluruh lapisan masyarakat.
“Kegiatan kemanusiaan membutuhkan kolaborasi. Karena itu, kami terus membangun sinergi dengan pemerintah daerah, dunia usaha, sekolah, organisasi, dan seluruh masyarakat,” pungkasnya.(Gun)