Bunda Eni Sumarni: Pemberantasan Korupsi Harus Dimulai dari Penyadaran Bersama

Agus Sulanto
0

SUMEDANG MA – Aktivis sosial dan pemerhati pendidikan karakter yang juga mantan anggota DPDRI, Bunda Eni Sumarni, menegaskan bahwa upaya pemberantasan korupsi tidak cukup hanya mengandalkan penegakan hukum, tetapi harus dimulai dari kesadaran diri dan kesadaran bersama seluruh elemen masyarakat, Kamis, 11/6/2026 di Aula SMK Pemuda Sumedang.
Hal tersebut disampaikannya dalam sebuah diskusi mengenai pemberantasan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN). Dalam kesempatan itu, Bunda Eni berbagi pengalaman hidup dan nilai-nilai yang ditanamkan oleh orang tuanya tentang pentingnya kejujuran, kerja keras, serta mencari nafkah dengan cara yang halal.
Menurutnya, pendidikan karakter yang ditanamkan sejak dini menjadi benteng utama dalam mencegah lahirnya perilaku koruptif di tengah masyarakat.
"Korupsi tidak akan selesai hanya dengan penindakan hukum. Kuncinya adalah penyadaran diri dan penyadaran bersama agar setiap orang memiliki integritas dan tanggung jawab moral," ujar Bunda Eni.
Ia menjelaskan, terdapat lima unsur yang memiliki peran penting dalam mewujudkan Indonesia yang bebas dari korupsi. Pertama, pemerintah yang terdiri dari unsur eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Kedua, masyarakat sebagai pengawas sosial yang berperan aktif mengawasi berbagai penyimpangan.
Ketiga, media yang berfungsi sebagai penyampai informasi sekaligus kontrol sosial. Keempat, kalangan pengusaha dan investor yang diharapkan menjalankan aktivitas usaha secara jujur dan profesional. Kelima, akademisi yang memiliki peran dalam memberikan edukasi dan membangun kesadaran masyarakat melalui pendidikan.
Bunda Eni menilai, perkembangan teknologi informasi dan media sosial dapat menjadi sarana efektif dalam meningkatkan partisipasi masyarakat untuk mengawasi jalannya pemerintahan. Namun, ia mengingatkan agar pemanfaatannya dilakukan secara bijak dan bertanggung jawab.
Dalam kesempatan tersebut, Bunda Eni juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus belajar, memperkuat nilai-nilai kejujuran, serta menanamkan budaya antikorupsi dalam kehidupan sehari-hari.
"Perang melawan korupsi adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah, masyarakat, media, pengusaha, dan akademisi harus bersatu membangun kesadaran kolektif demi mewujudkan Indonesia yang bersih, adil, dan sejahtera," pungkasnya.
Edy ms,)
Tags

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)