Majalengka, MA
Kabupaten Majalengka mencatatkan capaian membanggakan di sektor pertanian. Pada tahun 2025, Majalengka berhasil menempati peringkat ketiga se-Jawa Barat dalam serapan jagung, seiring dengan tingginya produktivitas dan konsistensi pengembangan komoditas jagung di sejumlah wilayah sentra produksi.
Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Majalengka, target produksi jagung tahun 2026 mencapai 112.111 ton, dengan target tanam seluas 15.460 hektare dan target panen 14.842 hektare.
Perbedaan antara luas tanam dan luas panen tersebut disebabkan adanya panen lintas tahun. Tanaman jagung yang ditanam pada Oktober hingga Desember 2025 akan dipanen pada tahun 2026, sementara yang ditanam pada Oktober hingga Desember 2026 baru akan masuk panen pada tahun 2027.
Kepala DKP3 Kabupaten Majalengka, H. Gatot Sulaeman, menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja keras petani, Penyuluh pertanian, Petugas POPT, dan kolaborasi unsur Kepolisian Republik Indonesia Resort Majalengka serta dukungan kebijakan dan bantuan pemerintah.
“Alhamdulillah, Majalengka mampu berada di peringkat tiga besar se-Jawa Barat dalam serapan jagung. Ini menunjukkan bahwa jagung menjadi salah satu komoditas unggulan daerah yang terus berkembang. Kami terus mendorong peningkatan produktivitas melalui pendampingan, bantuan benih, serta sarana dan prasarana pertanian,” ujar Gatot, Selasa (13/1/2026).
Ia menambahkan, pada tahun 2025 lalu, salah satu wilayah sentra panen yakni Desa Sindanghurip Bantarujeg telah menerima bantuan berupa 1 unit alat perontok jagung (corn sheller) serta bantuan benih jagung APBN seluas 80 hektare atau sekitar 1.200 kilogram yang disalurkan kepada lima kelompok tani.
“Bantuan ini sangat membantu petani dalam meningkatkan efisiensi panen dan hasil produksi, sehingga berdampak langsung pada peningkatan serapan jagung di Majalengka,” tambahnya.
Ia menjelaskan lahan pertanian jagung tersebar di beberapa kecamatan di antaranya Majalengka, Bantarujeg, Maja dan Banjaran.
Sementara itu, Maman (45), salah seorang petani jagung asal Kecamatan Bantarujeg, mengaku bersyukur dengan dukungan pemerintah daerah terhadap petani jagung.
“Dengan adanya bantuan benih dan alat pertanian, kami petani sangat terbantu. Produksi jagung jadi lebih baik dan hasil panen bisa terserap. Mudah-mudahan ke depan dukungan seperti ini terus berlanjut,” ungkapnya.
Ia juga berharap harga jagung tetap stabil sehingga kesejahteraan petani semakin meningkat.
Dengan capaian tersebut, Pemerintah Kabupaten Majalengka optimistis sektor jagung akan terus menjadi penopang ketahanan pangan daerah sekaligus berkontribusi besar terhadap produksi jagung Jawa Barat.
( Edy ms).