Sempat Ricuh, Musdesus KDMP Desa Cikunir Akhirnya Sepakat Pindahkan Lokasi"

Agus Sulanto
0

TASIKMALAYA MA — Rencana pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Cikunir, Kecamatan Singaparna, akhirnya mencapai titik temu. Setelah melalui audiensi yang sempat berlangsung dinamis, pemerintah desa bersama masyarakat sepakat bahwa pembangunan KDMP tidak dilakukan di atas lahan lapang bola, melainkan digeser ke lokasi lain yang masih berada di sekitar area tersebut.

Kepala Desa Cikunir, Ibin Arifin, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada masyarakat atas partisipasi dan kepedulian mereka terhadap aset desa.

“Saya atas nama Pemerintah Desa Cikunir mengucapkan terima kasih kepada masyarakat. Pada prinsipnya KDMP tetap terpenuhi, hanya lokasinya tidak jadi di lapang bola karena masyarakat sangat menyayangi aset tersebut, yang sejak dulu dibangun dengan susah payah oleh para orang tua dan leluhur,” ujar Ibin usai audiensi . Senin (02/02/2026).

Ia menjelaskan, solusi diperoleh setelah adanya kebijakan dari Ketua RW yang menyediakan lahan pengganti sesuai kebutuhan pembangunan kantor KDMP. Lokasi baru tersebut hanya bergeser sekitar 30 meter dari lapang bola.

“Insyaallah besok akan diserahkan kepada Pak Dandim dan silakan untuk segera dibangun. Masyarakat ingin segera melihat hasilnya,” tambahnya.

Ibin menegaskan bahwa masyarakat Desa Cikunir bukan menolak pembangunan KDMP, melainkan menolak jika dibangun di atas lapang bola yang selama ini menjadi pusat aktivitas warga dan pelajar.

Terkait suasana audiensi yang sempat memanas, Ibin menilai hal tersebut sebagai dinamika demokrasi.

“Masyarakat Cikunir itu harus dibawa dengan santai dan kalem, dengan tutur kata yang baik. Kalau ada yang kurang berkenan, itulah demokrasi. Yang penting akhirnya jelas dan hasilnya baik, caina herang, laukna beunang,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Oyon Risyono, Ketua RW 06 Kampung Cilaja. Ia menyatakan dukungan penuh terhadap program KDMP sebagai upaya meningkatkan perekonomian desa.

“Kami mendukung penuh program KDMP. Hanya saja, lapang bola adalah aset luar biasa karena hampir setiap hari digunakan warga dan sekolah-sekolah dari tingkat SD sampai SMA. Karena itu kami menolak jika dibangun di lapang,” jelas Oyon.

Sebagai solusi, Oyon menyebutkan bahwa masyarakat Kampung Cilaja sepakat menyediakan lahan alternatif yang berada sekitar 30 hingga 50 meter dari lapang bola, tepatnya di belakang kantor desa.

“Alhamdulillah, kami berharap pembangunan KDMP ini segera dilaksanakan,” katanya.

Sementara itu, Sertu Ahmad Nurcahyo selaku Babinsa Desa Cikunir turut menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat terkait komunikasi yang sempat menimbulkan kesalahpahaman.

“Dalam demokrasi itu ada yang keras, sedang, dan lembek. Mungkin saya terbawa emosi karena tekanan situasi. Saya mohon maaf kepada masyarakat, karena bagaimanapun mereka adalah warga saya sendiri,” ujarnya.

Ia menegaskan tidak ada niat buruk dalam pernyataannya dan mengajak masyarakat untuk membangun komunikasi secara terbuka agar tidak terjadi miskomunikasi.

“Alhamdulillah, hasil rapat sudah clear. Kami juga sudah meninjau kondisi lapangan dan telah melaporkan kepada Danramil. Besok Danramil akan turun langsung ke lokasi,” pungkasnya.

Dengan tercapainya kesepakatan ini, masyarakat Desa Cikunir menyatakan siap mendukung penuh program pemerintah pusat, khususnya pembangunan KDMP, yang diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan warga desa.

Yusrizal 
Tags

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)