BAZNAS Sumedang Berbagi Fidyah, Apresiasi untuk Pasukan Kuning Penjaga Kebersihan Kota

Agus Sulanto
0


SUMEDANG MA — Di balik wajah bersih dan tertatanya Kabupaten Sumedang, ada peluh dan kerja sunyi para pasukan kuning — para petugas kebersihan yang setiap hari mengais sisa kehidupan di jalanan demi menjaga wajah kota tetap elok. Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sumedang menyalurkan fidyah titipan dari para muzaki untuk para petugas kebersihan tersebut.

Bantuan yang disalurkan berupa paket nasi kotak lengkap dengan lauk pauk bergizi. Meski sederhana, makna yang terselip di dalamnya begitu dalam: rasa terima kasih atas kerja tanpa pamrih mereka yang sering luput dari sorotan.

Ketua BAZNAS Kabupaten Sumedang, H. Ayi Subhan Hafas, mengatakan bahwa penyaluran fidyah kali ini bukan sekadar menunaikan amanah dari para muzaki, tetapi juga wujud kepedulian sosial terhadap para pekerja kebersihan yang memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman.

“Kami ingin para pasukan kuning merasa bahwa mereka tidak sendiri. Ada kepedulian umat yang turut mendoakan dan menghargai kerja keras mereka. Fidyah ini adalah amanah yang kami salurkan dengan cinta dan penghormatan,” ujar H. Ayi Subhan Hafas.

Ia menambahkan, BAZNAS Sumedang terus berupaya memperluas manfaat zakat, infak, dan fidyah agar semakin banyak masyarakat yang merasakan kehadiran lembaga tersebut, terutama mereka yang berjasa di lini-lini sosial seperti kebersihan, kesehatan, dan pelayanan publik.

“Kebersihan adalah sebagian dari iman. Maka membantu para penjaga kebersihan sama artinya dengan menjaga keberkahan di negeri ini,” tambahnya.

Salah seorang pasukan kuning, Siti Maryati (46), mengaku terharu menerima perhatian dari BAZNAS Sumedang. Ia mengaku tidak menyangka bahwa kerja yang kerap dianggap sepele mendapat apresiasi dalam bentuk yang begitu berarti.

“Kami kerja dari subuh, kadang hujan, kadang panas. Tapi ketika ada yang ingat dan peduli seperti ini, rasanya luar biasa. Nasi kotak ini bukan sekadar makanan, tapi penghargaan bagi kami,” tuturnya sambil tersenyum.

Langkah BAZNAS Sumedang ini menjadi potret kecil kepedulian sosial yang mampu menghangatkan hati. Dalam setiap kotak nasi yang dibagikan, tersimpan pesan kemanusiaan: bahwa kerja keras, sekecil apa pun, layak untuk dihargai.

Dengan gerakan sederhana namun sarat makna ini, BAZNAS Sumedang sekali lagi menunjukkan bahwa lembaga zakat bukan hanya tentang angka dan laporan, tetapi tentang menghidupkan nilai-nilai kemanusiaan dan kasih sayang di tengah masyarakat.

( Edy ms).
Tags

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)